Sebuah Asa, Rindu dan Cintanya TentaNg Sebait JAnji… di KOtA RoMA…

“bl kw sdg mnunggu seOrg u/ mnjalani khdupan mnju ridhoNya,mk bsbarlah dg keindahan.Dm Allah dy tdk dtg krn kcntkn,kpintran/pun kkyAnmu.Tp Allah lah yg mnggerkan dy u/ dtg kpdmu.jgnlah tgesa u/ mgXpresikn cinta pdx sblm Allah mngizinkn.blm tntu yg kw cintai adlh yg tbaik u/mu.sapakh yg lbh mngetahui mlainkn Allah?ssguhx Allah mh mgetahui mh bjaksana. smpanlah sgl bntuk ungkpn cnta dlm ht rpt2.Allah kn mjwbx dg lbh indh dsaat yg tpat…

sebuah sms yg terkirim dhape saya, dari seorang ukhty. hemm.. cantik kan ya? pilihan diksinya indah, seindah maknanya. terenyuh. menyentuh! betul ukh, anti tidak salah, jika itu diartikan sbgai ungkapan cinta “sepasang monyet”, tp bg saya hal tsb tidak berlaku untuk akhwt yg bener2 “serius”.dan saya taw, kemelut apa yg dihadapi ukhty ini..

dan… agaknya bukan GHOPINK kl ga bales sms dgn sebuah antitesis..

tdk ada dosa jk pihk akhwt mngungkapkn lbh dulu.. Sungghuh, hax akhwt yg jernih hatinyalah yg begitu ykin dtangan ikhwn solih akn slamatlah ia dn akidahx.. jikapun tertolak,tak akn mampu merndahkn dirix krn Allah jauh akn mengangkatx lbih tinggi.. lihatlat senyum ibunda Hafshah d akhir cerita atas 2 penolakan sahabat terbaik nabi.. wallahu a’lam..

tidak asal saja.. bagi saya, perempuan TERKEREN adalah mereka, yg lebih berani mengungkapkan isi hatinya (dalam tanda kutip, hehe..).

berikut ini saya sertakan kisah sahdu itu..

Al-Bukhori meriwayatkan dalam shahihnya bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar RA menuturkan, ketika Hafshah binti ‘Umar menjanda dari Khunais bin Hudzafah as-Sahmi RA; ia seorang sahabat Rasulullah SAW dan meninggal di Madinah, maka ‘Umar RA mengatakan: “Aku datang kepada ‘Utsman RA lalu aku menawarkan Hafshah kepadanya, tapi ia mengatakan: “Aku akan melihat urusanku” setelah beberapa hari kemudian, ia datang kepadaku seraya mengatakan: ”Tampaknya aku tidak memiliki keinginan untuk menikah pada saat ini”. ‘Umar RA melanjutkan: “Kemudian aku mendatangi Abu Bakar ash-Shiddiq RA, lalu aku katakan:”Jika engkau suka, aku akan menikahkanmu dengan Hafshah binti ‘Umar.” Tapi Abu Bakar diam dan tidak memberikan jawaban apapun.Aku lebih marah kepadanya ketimbang kemarahanku kepada ‘Utsman. Setelah beberapa hari kemudian, Rasulullah SAW meminangnya, lalu aku menikahkannya dengan beliau SAW. Kemudian Abu Bakar RA menemuiku dan mengatakan:”Mungkin engkau marah kepadaku ketika engkau menawarkan Hafshah kepadaku dan aku tidak memberikan jawaban apapun.” Aku menjawab: ”Ya.” Abu Bakar berkata: “Tidak ada yang menghalangiku untuk memberi jawaban kepadamu  tentang apa yang engkau tawarkan kepadaku, melainkan karena aku telah mengetahui bahwa Rasulullah SAW pernah menyebut Hafshah.Dan aku tidak akan menyebarkan rahasia Rasulullah SAW. Seandainya Rasulullah SAW meninggalkannya maka aku akan menerimanya.”

Atau ini…

hadits dari Anas bin Malik RA ia berkata, “Seorang wanita datang menawarkan dirinya kepada Rasulullah SAW. Ia (wanita tersebut) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah engkau mempunyai keinginan untuk menikahiku?.” Putri Anas bin Malik berkata,” Betapa tipis rasa malunya, alangkah buruk wanita ini, alangkah jelek wanita ini.!” Maka Anas berkata, “Dia lebih baik darimu. Ia mencintai Rasulullah dan menawarkan dirinya kepada beliau.”

Bunda khadijah juga lebih dulu mencontohkannya..

Terakhir.. saya kutipkan lagi sebuah pesan dari buku “KuPinang Engkau Dengan Hamdalah”

Sikap menawarkan diri menunjukkan ketinggian akhlaq & kesungguhan untuk mensucikan diri. Sikap ini lebih dekat kepada ridha Allah & untuk mendapatkan pahala-Nya, Allah pasti mencatatnya sebagai kemuliaan & mujahadah yang suci. Tidak peduli tawarannya diterima atau ditolak, terutama kalau ia tidak mempunyai wali. Insya Allah, jika sikap menawarkan diri dilakukan dengan ketinggian sopan santun, tidak akan menimbulkan akibat kecuali yang maslahat. Seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan yang mendalam pasti akan meninggikan penghormatan seperti ini, kecuali laki-laki yang rendah & tidak memiliki kehormatan, kecuali sekedar apa yang disangkanya sebagai kebaikan

Kenapa harus malu ukhty? Engkau tidak menawarkan diri untuk berzina, layaknya perempuan2 nakal itu. Engkau suci, mulia, dan semakin agunglah dirimu… dari pada yg menangis tersedu-sedu di bilik2 kamar sambil meratapi diri…

Satu lagi,

terkecuali Rasul, hanya ikhwan BEGO lah yg menunggu pinangan seorang ukhty:p

April 30th, 2009 at 7:56 pm and tagged ,  | Comments & Trackbacks (5) | Permalink

pertama kalinya saya liat ni gambar… sumpah, ngakak! bis lucu banget sih. untuk menambah sense yg agak gimana gitu, sya lalu memberi sebait kata: “Poligami yess, selingkuh no!”. dan selanjutnya, gambar ini mengusik saya untuk menulis sesuatu tentang poligami (yess, selingkuh no!)

lanjuutt…

bagi kebanyakan perempuan, poligami masih menjadi momok yg menakutkan. betul? betul banget, tak peduli masyarakat umum, kalangan artis, bahkan aktivis dakwah sekalipun masih begitu keder dg poligami. sepertinya, poligami terlalu “melelahkan” perasaan perempuan. fakta dilapangan begitu. komentar2 yg sering saya dengar dari ibu2 lebih sering ke negatifnya dari pd bicara positifnya. ya taw sendirilah.. namanya juga perempuan, katanya sih, suka maen perasaan :D

bener enggaknya juga ga taw, kan sifatnya asumsi. faktanya, saya kan belum pernah dipoligami, jadi gak taw rasanya gimana.. :P

apakah benar poligami lebih banyak menyakiti perempuan??

saya pribadi memandang poligami tuh seperti pernikahan biasa (monogami). apa ada yg menjamin kalo monogami tuh selamanya bahagia, gag pernah terjadi cekcok, sakit ati, saling kecewa, de-el-el. saya yakin, dalam keluarga monogamipun ada konflik batin. (sambil melet. sok taw sih!)

lalu, jika demikian, apa yg menyurutkan langkahmu untuk berbagi, ukhtY?

suatu kali saya pernah ditelpon sama temen.. namanya jg temen, lama ga ketemu, jadi pas nelpon… wuihh seru banget. ngobrol ngalor-ngidul, akhirnya nyampek juga ke topik poligami..

“iya, ternyata banyak juga akhwt sini yg udah pada berumur tp belum nikah.. “, begitu paparnya, kebetulan dia udah nikah.

“kekurangan stock ikhwan, pink”. sambungnya. saya ngakak! dia ikut ngakak juga. kayak komoditi ajah :P

“tugasmu tuh!”, sambar saya.

“tugasku gimana?”, dia balik nanya.

“ya tugas kamu provokasi suami biar maw poligami! kn kamu dah paham..”, jawab saya ketus.

haha.. rasain tuh. enak aja,mawnya menang sendiri! kan ada hak juga bwt mereka yg sampe skrg melajang karna ga kebagian stock ikhwan.. :P

“siapa lagi yg maw ngrayu suami kayak gitu, kl bukan istri2 macam kamu??”, tambah saya, ga kalah pedesnya ma kalimat yg pertama.

“…”, sunyi sebentar, dia mikir kali ya.. atow sayanya yg agak pedes ya? ga ngurus!

“ya kan terserah ikhwannya, pink”, maksud dy, terserah suaminya gituh..

“hemm… kan anti jg pnya peran”, jawab saya, lalu menunggu jawaban berikutnya yang sungguh diluar dugaan..

“lha anti maw… jd istri suamiku…”,

gLoDaKkk!! sumpah ga nyangka! spontan saya ngakak. lebih tepatnya pura2 ngakak. anehnya dy jg ikut ngakak, ga taw pa dy pura2 pa enggak. kenapa serangan yg saya bangun balik menghantam saya?

hemm… cerdas juga nih orang”, pikir saya.

percakapan selanjutnya saya sensor ;)

lanjut ukhty..

saya ga bahas poligami dari sisi fiqihnya, karna udah jelas, bahkan terlalu jelas bwt mereka yg mengaku muslimah. mari kita liat poligami dari sisi perempuan dan mari kita mulai dari pertanyaan saya pada seorang kawan… tentang problem seorang kawan…

“Ukh, kenapa dia ga nikah aja sih?”

“hey, sapa sih yg ga maw nikah?” katanya,

“apalagi bwt akhwat yg udah berumur!”

cukup! jawaban itu seolah menyuruh saya untuk mengoreksi pertanyaan saya barusan. ya, seorang ukhty tidak mudah begitu saja menyerahkan dirinya pada seorang laki2 sembarangan. bukan apa2, saya tidak pernah memandang rendah ikhwan amm. hanya saja, ada kekhawatiran yg begitu besar yg hanya muncul dari seorang ukhti yg begitu jernih hatinya.. tentang akidahnya nanti ketika ia harus tunduk pda suami yg tidak faham konsep Islam…

sementara… dalam islam hak talak ada di tangan suami. jika ia mendapati suami yg “nakal” n menyimpang dan segala nasehat sudah dikerahkan dan tidak juga menyadarkan suami, maka apa yg bisa diperbuat oleh seorang ISTRI??

kalo ikhwan sih gampang. istri membangkang, dinasehati tambah berani, maka meluncurlah kalimah sakti mandra guna, sebuah aji pamungkas dari ilmu kanuragan seorang suami: “aku cerai engkau 3 kali!!!”, selese masalah!

mungkin ini juga yg jd pertimbangan akhwat untuk tidk memilih smbarang org.

disisi lain, ikhwan yg salih, yg ia percaya bahwa dalam penjagaan ikhwn tsb akan selamat diri dan islamnya, tidak segera datang menjemputnya… (ikhwan bego!! Hehe..)

tragis, dan mengenaskan!

maka disinilah POLIGAMI mengambil peran.. sodara2!

ayo, akhy apa yg menghalangimu untuk poligami? :p

ayo, ukhty… berbagilah :D
diluar sana, sayup2 terdengar seserorang bertanya:

“coba kl km sndiri dipoligami, gimana rasanya?”

“gak taw”, kata saya.. sambil nyengir

“kok ga taw? sama juga bo’ong kan?bilang aja ga maw!” katanya, nodong. untung ga bawa pistol.

“yeee… poligami kan bukan teori sist.. saya ga maw berasumsi, nikah aja blum, so saya mana taw perasaan istri yg maw dipoligami ma suaminya! weeKKkk!!”

hehe.. :P

“trus, ngapain provokasi orang?” kejarnya.

“kan mumpung saya lagi ga ngrasain apa2, hehe.. maka saat inilah kesempatan saya bwt ngomong se-enteng mungkin, lagian saya ngomong bener kan? ”

bilang aja” iya”, kawan.. jgn jd org sombong dengan suka menyembunyikan kebenaran

April 28th, 2009 at 11:21 pm | Comments & Trackbacks (5) | Permalink

“Dek… gmn menurut sampean?”

tanya seorang guru bhs inggris dsebuah smp NEGERI. tapi aku lebih menganggapnya bukan sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban. ibu ini lebih meminta peneguhan, karena dia tahu apa yg ia perbuat adalah benar.

ibu tersebut bercerita tentang pengalamannya mengajar, beliau miris karena mengajar selama ini seperti GaK ada artinya. aku kira semua sudah taw kecurangan yg terjadi saat UnAS berlangsung. dan kita juga tidak asing lagi bahwa pemeran utama dari UnAS adalah guru (di bawah tekakan kepsek) bukan siswa. karena gurulah yg menjawab soal2 UNAs tersebut.

bagi orang yang “BLANK” mungkin biasa2 saja, karena memang dari sononya udah ng-blank, tapi tidak demikian bagi orang yg punya idealisme, punya prinsip! baginya, ketika dia dipaksa menuruti sesuatu yang bertentangan dengan prinsipnya adalah sama seperti perendahan martabat, menginjak2 harga diri sendiri.

dan di UNAS semua dipertaruhkan!!!

setelah ngobrol banyak mengenai UNAS ini dengan beberapa guru, ada beberapa modus perjokian dalam UNAS…

begini ceritanya:

1. to the point:
jawaban langsung diberikan ke siswa. Jd pas UNAS berlangsung, guru matpel yg ditunjuk (mereka bilang tim sukses. weh weh!!) mulai menjawab soal. Aku kurang taw pasti tuh soal dapet dari mana. Setelah guru2 tersebut menjawab soal, nimimal sudah mencapai Standar kelululusan, maka segera jawaban ini didistribusikan ke kelas2 melui ”pesuruh” yg punya bakat mengelabui pengawas UNAS. Kebetulan aku pernah interview langsung sama pelaku. masyaAllah…
2. backstreet:
sebenarnya sama saja antara cara pertama dan kedua. Sama2 curangnya. Tapi yang ini dilakukan tanpa diketahui siswa. Jd pas jawaban UNAS sudah dikumpulkan, mulailah ”Tim sukses” (yg terdiri dr guru n pengawai) bekerja mengganti jawaban. Ketrampilan menghapus dan ”mengurek2” sangat dbutuhkan disini. Mereka berdalih dengan sistem ini, mereka bisa menyelamatkan siswa tanpa membuat siswa tersebut merasa bersalah. Karena tIm Sukses bekerJa dibalik layar..
3. 4. dan seterusnya bs jd ada modus yg lain…

anehnya..

info seperti ini sudah2 sangat umum dan populer, heran kalo masih ada pajabat yg terkait seolah terkaget2, seolah shok, dan geram. BOHONG BESARRRRRRRRRRRR… bahkan ibu tersebut bilang bahwa INI ADALAH INSTRUKSI DARI BUPATI langsung!!!

Weleh!! Awalnya aku ga sebegitu yakin. Tapi kemudian yg berkata seperti itu tidak hanya satu dua orang, dan bukan hanya dari satu sekolah…

Sistemik.. kata beliau, kita terjerat dalam LINGKARAN SETANNN!!

Apa pasal? Jadi begini

BUPATI mempresser KEPSEK, dengan berbagai ancaman… (ku ga taw jelas ancamannya spt apa)
KePsek mengkompress GURU matpel terkait, jg pake ancaman.
Kalo yg PN, karna udah kongkalikong ma Pemda, maka ancamannya akan dmutasi ke wilayah pelosok. Kalo yg masi GTT, ancamannya langsung ditendang…

Sampe disini dlu, dah malem.. tar kapan2 InsyaAllah mu dilanjutin lagi…

April 17th, 2009 at 7:04 am and tagged ,  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Posting2 hal yg ga perlu harusnya dihindari, apalagi membacanya. Huehehe…
Saya tak hendak menyuruh anda untuk segera menutup blog ini. Saya yakin, anda bahkan bertambah penasaran ”kira2 apa sih maunya ni orang”, ya kan?

Lanjut!
Saya yakin akan banyak pembaca yg berlalu begitu saja dengan apa yg saya posting disini dan ini. Kalimat pertama saja sudah bikin pusing, kalimat kedua bakal bikin anda ngantuk. Karena masih ingin membaca, pada kalimat ketiga akan memaksa anda mual2. dan kalimat keempat bisa jadi anda terkapar pingsan!!

Saya maklum, karena dulu saya juga mengalami hal itu. Tiap kali baca buku yg agak berat, alih2 tercerap ke otak, baru baca saja udah terlelap dalam mimpi indah… ngantuk puoll dech.

Mengingat begitu pentingnya buku itu, saya tetap menyarankan anda2 semuah untuk tetap membacanya, tar kalo ada yg ga jelas bisa ditanyakan langsung via komentar dibawh tulisan tersebut…

Saya tantang anda, berani menerima tantangan saya..

Coba anda baca dan apa yg anda temukan dalam buku tsb..

jika anda bertahan tidak mual2 dan pingsan… maka andalah pemenangnya!!!

April 17th, 2009 at 5:24 am | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Sejak abad XIII Hijriah atau XIX Masehi, telah berdiri berbagai gerakan yang bertujuan untuk membangkitkan umat Islam. Upaya-upaya tersebut sejauh ini belum meraih keber-hasilan, sekalipun meninggalkan pengaruh yang cukup berarti bagi generasi yang datang sesudahnya untuk mengulangi upayanya sekali lagi.

Pengamat yang mencermati dengan seksama atas upaya-upaya tersebut, yakni mereka yang mengkaji gerakan-gerakan yang berupaya mewujudkan kebangkitan akan mendapati bahwa penyebab utama kegagalan seluruh upaya itu ditinjau dari aspek keorganisasian dapat dikembalikan kepada empat hal, yaitu:

  1. Gerakan-gerakan tersebut berdiri di atas dasar fikrah (pemikiran) yang masih umum tanpa batasan yang jelas, sehingga muncul kekaburan atau pembiasan. Lebih dari itu, fikrah tersebut tidak cemerlang, tidak jernih, dan tidak murni.
  2. Gerakan-gerakan tersebut tidak mengetahui thariqah (metode) bagi penerapan fikrahnya. Bahkan fikrahnya diterapkan dengan cara-cara yang menunjukkan ketidak-siapan gerakan tersebut dan penuh dengan kesimpang-siuran. Lebih dari itu, thariqah gerakan-gerakan tersebut telah diliputi kekaburan dan ketidakjelasan.
  3. Gerakan-gerakan tersebut bertumpu kepada orang-orang yang belum sepenuhnya mempunyai kesadaran yang benar. Mereka pun belum mempunyai niat yang benar. Bahkan mereka hanyalah orang-orang yang berbekal keinginan dan semangat belaka.
  4. Orang-orang yang menjalankan tugas gerakan-gerakan tersebut tidak mempunyai ikatan yang benar. Ikatan yang ada hanya struktur organisasi itu sendiri, disertai dengan sejumlah deskripsi mengenai tugas-tugas organisasi, dan sejumlah slogan-slogan organisasi.

Karena itu, wajarlah jika kelompok-kelompok tersebut bergerak hanya sebatas bekal kesungguhan dan semangat yang dimiliki sampai bekal itu habis. Kemudian aktivitasnya berhenti dan akhirnya lenyap. Setelah itu berdiri gerakan-gerakan lain dengan orang-orang yang berlainan pula. Mereka pun bergerak seperti orang-orang sebelumnya, sampai akhirnya pada batas tertentu mereka kehabisan bekal semangat dan kesungguhan yang mereka miliki. Demikianlah hal ini terjadi berulang-ulang.

lebih lanjut tentang ini silahkan klik disini

April 15th, 2009 at 9:53 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Khithah politik (al-khiththah al-siyasiyah) dan uslub politik (al-uslub al-siyasi) yang digunakan untuk mengimplementasikan khithah politik tersebut, dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan kepentingan. Meskipun perubahan khithah politik lebih jarang daripada perubahan uslub politik.

Perbedaan antara khithah politik dan uslub politik, sebagaimana dapat diperhatikan dalam politik internasional, adalah bahwa khithah politik merupakan politik umum yang dirancang guna mewujudkan salah satu tujuan yang dituntut oleh penyebaran ideologi atau oleh thariqah penyebaran ideologi.

Sedangkan uslub politik adalah politik khusus mengenai salah satu bagian langkah yang mendukung perwujudan atau pengokohan khithah politik. Misalnya, khithah politik AS terhadap Irak adalah menduduki Irak dengan atau tanpa resolusi internasional, lalu mewujudkan pemerintahan yang melegitimasi pendudukan melalui pengesahan internasional dari PBB, setelah AS mengabaikan PBB pada awal pendudukannya. Pemerintahan itu juga akan memberi legitimasi lain (yang bersifat lokal) melalui pemilu atau semacam pemilu Irak. Kemudian pemerintahan ini, sebagai wakil rakyat Irak, akan menandatangani cek persetujuan terhadap keberlangsungan kekuatan pendudukan, hingga pendudukan itu menjadi sah karena keberadaannya telah didasarkan pada persetujuan rakyat negeri Irak, tuntutan mereka, dan resolusi internasional.

Hal ini akan menjauhkan negara-negara lain dan Dewan Keamanan PBB untuk mengintervensi masalah Irak, dan menjadikan AS sebagai satu-satunya pengelola segala urusan Irak. Dengan demikian, hal ini akan menyempurnakan legalitas pendudukan. Sebab, yang mengakui keberlangsungan pendudukan dan keberadaan pendudukan adalah pemerintahan resmi Irak (yang dipilih lewat pemilu). Lalu, akan dibuat konstitusi baru untuk Irak di bawah pengawasan pendudukan yang akan melanggengkan perpecahan, memecah belah negara dengan dalih federalisme, dan mengobarkan sentimen kelompok. Kaum Muslim pun akan sibuk sendiri bermusuhan satu sama lain, padahal seharusnya mereka sibuk mengusir pendudukan. Karena itu, AS mengontrol segala macam cara dan sarana yang dimampuinya untuk menduduki Irak, seperti merancang khithah politik, kemudian menjadikan pendudukan ini legal dengan pengesahan formal dari undang-undang internasional dan lokal.

Sebaliknya, khithah politik Perancis adalah membentuk poros negara-negara adi daya di bawah kepemimpinan Perancis untuk menghadapi dan mengagalkan khithah politik AS. Yaitu dengan merekayasa hambatan dari Dewan Keamanan PBB melalui keluarnya resolusi-resolusi yang eksplisit untuk mengagalkan rencana-rencana AS yang berkaitan dengan pemanfaatan Dewan Keamanan PBB untuk memerangi Irak.

Dengan demikian, AS benar-benar tidak mampu merekayasa resolusi Dewan Keamanan PBB dan AS benar-benar ditelanjangi secara internasional sebagai negara yang bertindak inkonsitusional. AS terlihat sebagai negara yang menggunakan kekuatan sewenang-wenang secara inkonstitusional, bukan negara yang terlihat sebagai penjaga Undang-undang Internasional sebagaimana kesan yang nampak terhadap AS sebelumnya. Perancis mampu menggerakkan dan membangkitkan emosi Jerman, dalam kadar yang menggelisahkan AS, atas tindakantindakan Jerman. Rusia juga memihak Perancis dalam penentangannya terhadap AS yang hendak memanfaatkan Dewan Keamanan PBB untuk mendukung rencana-rencana AS. Demikianlah, Perancis telah berhasil menjalankan khithah politiknya, bukan untuk mencegah serangan AS, melainkan untuk membongkar target-target AS dalam perang ini.

Sedangkan khithah politik Inggris, adalah khithah politik yang kompleks sekaligus jahat. Inggris mendukung AS secara lahiriah agar dapat bersekutu dengan AS menikmati harta rampasan perang. Inggris menampakkan diri di pihak AS dalam kancah internasional, jika neraca politik AS lebih kuat. Namun Inggris akan mengecam AS secara terbuka jika ada peluang baginya untuk melakukan kecaman. Jadi, Inggris berjalan di pihak AS, karena neraca politik AS lebih kuat dalam konstelasi internasional. Tapi di sisi lain, Inggris mendesak AS untuk meminta keluarnya resolusi PBB sehubungan dengan invasi AS ke Irak.

Padahal Inggris sebelumnya sudah mengetahui resolusi itu tidak mungkin keluar akibat posisi Perancis, Rusia, dan Jerman. Dengan demikian, terbongkarlah aib AS bahwa AS hendak menyerang Irak dengan atau tanpa resolusi. Inggris menegaskan sikapnya ini dengan kehadiran Tony Blair dalam pertemuan KTT dengan Jacques Chirac dan Gerhard Schroeder pada 20 September 2003. Inggris menggunakan kecerdikan politiknya untuk menguatkan dan meneguhkan posisi kedua negara terhadap AS. Inggris memprovokasi Perancis dan Jerman dengan mengajukan beberapa opininya, sehingga mendorong Perancis dan Jerman semakin bersikap keras, tapi Inggris tidak menampakkan sikapnya secara terbuka di hadapan AS. Inggris terus menjalankan politiknya itu hingga pasca pendudukan Irak dan setelah AS mengajukan berbagai rencana untuk mengesahkan pendudukan.

Contoh lain khithah politik AS yaitu rencana AS untuk mencegah Uni Eropa menjadi satu kelompok yang membahayakan AS. Khithah politik itu didasarkan pada tiga poros langkah berikut :

Pertama, memperluas keanggotaan Uni Eropa dengan negara-negara Eropa Timur. Padahal negara-negara tersebut adalah rekayasa AS dan menjadi ujung tombak AS untuk memasukkan pengaruh AS terhadap Uni Eropa. Ini terbukti ketika negara-negara Eropa Timur itu mendukung AS dalam invasinya ke Irak, suatu hal yang membuat Rumsfled mengolok-olok Eropa dengan sebutan “Eropa Kuno” dan “Eropa Baru”. Presiden Perancis, Jacques Chirac, sangat marah melihat tindakan negaranegara tersebut. Perancis diam-diam berupaya mempengaruhi negara-negara tersebut dengan mengatakan bahwa bergabung dengan barisan AS akan mempersulit mereka dalam penerimaan akhir sebagai anggota Uni Eropa. Meski demikian, Perancis mengakui bergabungnya negara-negara itu dalam pertemuan Uni Eropa yang memutuskan penerimaan anggota-anggota baru. Perancis tidak berhasil menggagalkan penggabungan tersebut.

Kedua, meneruskan keberadaan NATO meskipun NATO telah menggantikan posisi Pakta Warsawa yang telah surut, kemudian memperluas strategi NATO untuk terlibat dalam problem-problem internal keamanan Eropa; tidak seperti sebelumnya, yaitu terlibat dalam pertahanan luar negeri sebagaimana tugas dasar NATO sejak kelahirannya. Ketika Eropa merasakan bahaya NATO atas mereka –karena kepemimpinan AS yang nyata atas NATO— maka Perancis, Jerman, Belgia, dan Luxemburg menyerukan pembentukan kekuatan militer khusus Eropa. AS pun menentang rencana itu. AS terus menerus membuat rintangan-rintangan sebelum terwujudnya kekuatan khusus Eropa itu secara nyata.

Ketiga, AS memanfaatkan posisi Inggris. Dengan kecerdikan politiknya yang telah masyhur, Inggris tidak menghendaki Uni Eropa menjadi satu kekuatan yang secara perlahan-lahan justru akan melemahkan Inggris. Inggris juga tidak ingin menjadi negara pinggiran seperti Luxemburg misalnya. Dalam lubuk hatinya, Inggris masih terus memimpikan kebesaran imperiumnya di masa lalu yang matahari tak pernah tenggelam di atas jajahannya. Karenanya, kita melihat Inggris selalu menghalangi pembentukan Uni Eropa. Inggris tidak masuk ke dalam Uni Eropa kecuali setelah Uni Eropa menjadi suatu kenyataan. Inggris lalu masuk ke dalam Uni Eropa justru untuk melemahkannya. Inggris sampai sekarang tetap tidak mau bergabung dalam mata uang bersatu (Euro). Pola pikir sebagai imperium yang dimiliki Inggris membuatnya selalu mencari peran untuk berkiprah di arena internasional dengan jalan apapun yang dapat ditemukannya. Sebaliknya, khithah politik Perancis adalah memperkuat Uni Eropa dan menjadikannya payung yang sepadan untuk menghadapi payung AS.

Perancis juga berupaya membentuk kekuatan militer Eropa yang lepas dari NATO. Perancis berhasil mendapat dukungan kuat Jerman untuk tujuan tersebut. Perancis dalam hal ini telah melakukan langkah politik yang sangat cerdas dengan mendapat persetujuan Jerman, sehingga mau tak mau Inggris bergabung dengan keduanya agar Inggris tidak terluput dari bagian rampasan perang jika upaya Perancis dan Jerman sukses. Demikianlah, Perancis belakangan ini bersama Inggris dan Jerman telah berhasil meletakkan dasar-dasar kekuatan militer Eropa. Demikian pula ketiga negara itu telah berhasil merancang strategi jangka panjang Uni Eropa, untuk menjauhkan campur tangan negara-negara kecil atas Uni Eropa dan juga campur tangan negara-negara yang berambisi mempengaruhi Uni Eropa seperti Italia dan Spanyol.

Demikianlah, Perancis telah berhasil menciptakan jalan masuk (ke arena internasional), meskipun pada awalnya dimaksudkan untuk memperkuat Uni Eropa dengan membentuk cikal bakal kekuatan militer yang independen di Eropa dengan persetujuan Jerman dan Inggris. Andaikata negara-negara kapitalis tidak memeluk kapitalisme yang menjadikan “manfaat individu” sebagai prioritas nilai setiap negara, niscaya mereka akan dapat mewujudkan sebuah Uni Eropa yang kuat di hadapan AS. Meski demikian, keberhasilan Perancis dalam mengajukan khithah politiknya kepada dua negara kuat Eropa (Jerman dan Inggris) dapat dianggap tindakan berpengaruh di hadapan AS, yang tidak dapat diabaikan begitu saja oleh AS.

Contoh lain adalah khithah politik yang dirancang AS untuk membelenggu Rusia dan menjadikannya sebuah negara yang tidak mempunyai pengaruh walau hanya pengaruh regional. Khithah politik itu didasarkan pada upaya menyingkirkan Rusia dari wilayah-wilayah yang dipengaruhinya di Balkan, Eropa Timur, dan Asia Tengah. Juga dilakukan dengan cara menonaktifkan galangan kapal nuklir Rusia yang menjadi salah satu faktor penting kekuatan Rusia. Di samping itu, AS juga menunjukkan keunggulannya atas Rusia dalam Perang Bintang (Star War).

AS lalu mengambil beberapa uslub politik untuk mewujudkan khithah politik tersebut. Antara lain AS memukul pasukan Yugoslavia (Serbia dan Motenegro) yang mempunyai hubungan lama dengan Rusia dan mengobarkan Krisis Kosovo. AS juga mengadakan hubungan ekonomi dan militer dengan negara-negara Eropa Timur untuk dijadikan pintu masuk pengaruh AS. AS juga menggabungkan banyak negara Eropa Timur tersebut ke dalam NATO.

Demikian pula AS mengobarkan perang atas terorisme lalu membangun pangkalan militernya di negara-negara Asia Tengah, setelah AS berhasil mengajak penguasa negara-negara Asia Tengah untuk berpihak pada AS dengan cara memberi bantuan-bantuan ekonomi. AS juga menduduki Afghanistan dan mengembangkan sistem pertahanan rudal anti-rudal, untuk menonaktifkan rudal antar benua milik Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir. AS juga telah mampu mengeskploitasi kemiskinan di Georgia agar para agennya dapat hadir dalam KTT Al-Harm, yaitu suatu tempat yang terletak di kawasan terpencil antara Rusia dan markas NATO di Turki. AS juga telah meyakinkan Rusia untuk menjatuhkan stasiun ruang angkasanya (Mir) dan bekerjasama di stasiun angkasa luar (ISS) untuk membatasi keunggulan Rusia dalam perlombaan senjata ruang angkasa. Demikianlah, AS terus menjalankan khithah politiknya untuk membatasi Rusia agar tetap menjadi negara yang tidak berpengaruh secara regional, setelah sebelumnya dihapuskan pengaruh internasionalnya dengan runtuhnya Uni Soviet.

Demikian pula keadaan Cina. Sebab, AS melihat bahwa Cina harus ditundukkan dan dijadikan negara biasa, terutama karena Cina dulunya tidak mempunyai faktor-faktor pendukung sebuah negara besar. Tetapi pada pertengahan tahun 90-an, Cina menampakkan kekuatan yang dimilikinya sebagai negara besar regional dengan hak veto di Dewan Keamanan, serta mempunyai keinginan dan ambisi regional. Ini tidak disenangi AS. Sebab, dalam pandangan AS, Cina adalah pasar perdagangan besar yang harus dimanfaatkan dengan jumlah populasi manusia yang besar; yang harus dimanfaatkan pula agar tidak menjadi bahaya yang mengancam kepentingan AS di kawasan Asia Timur. Karena itu, AS harus menyusun khithah politik pasca Perang Dingin untuk membelenggu Cina dan membatasinya, setidak-tidaknya pada lapangan geraknya yang sempit, jika tidak mampu menghapus lapangan geraknya secara total. Maka dari itu, fokus AS adalah mengesahkan hubungan dengan Vietnam agar Vietnam menjadi batu sandungan di hadapan Cina pada saat hubungan AS dan Vietnam membaik.

Demikian pula AS mencoba menjadikan Semenanjung Korea sebagai pusat bahaya terdepan bagi Cina dengan meningkatkan tekanan atas Korea Utara dengan dalih telah menjadi poros kejahatan (evil axis). Pada saat yang sama, AS berupaya mempertahankan pangkalan-pangkalan militernya di sana yang berdekatan dengan tapal batas Cina dan berada di depan pintu Cina. AS juga berusaha menjadikan India sebagai sekutu Cina, dan berupaya pula untuk membentuk persekutuan strategis dan perjanjian militer regional di Asia Tengah dan Timur Tengah. AS juga membangun pangkalan-pangkalan militer di Asia Tengah di tapal batas Cina Barat di sisi lain gunung Himalaya.

Demikianlah, bahwa khithah dan uslub politik dirancang untuk melakukan aktivitas politik secara langsung. Meskipun demikian, negara masih dapat mengubah uslub-uslub yang ada, menukarnya dengan uslub lainnya jika terbongkar dan tidak mengantarkan pada target yang dikehendaki. Demikaian pula negara dapat mengubah satu khithah politik jika tidak efektif, atau jika keberadaan khithah politik itu akan membebani negara dengan berbagai kesulitan yang bukan menjadi kepentingan negara. Tetapi, ketika sebuah negara mengubah khithah politiknya, negara menggantikannya dengan khithah politik lain, dan ketika negara itu mengubah uslub politiknya, ia membuat uslub lain sebagai gantinya. Sebuah negara tidak akan berdiam diri dari merancang khithah dan uslub politik, kecuali jika negara itu telah lemah atau merosot dari kedudukannya dalam konstelasi internasional. Hal ini seperti keadaan beberapa negara yang telah kehilangan efektifitas politiknya sejak beberapa lama, seperti Jepang, Italia, Belanda, Belgia, Spanyol, dan Portugal.

Contoh perubahan khithah politik, adalah apa yang diperbuat AS dalam khithah politik yang dirancangnya untuk Jerman. Dahulu, khithah politik AS adalah membangkitkan militerisme Jerman dan mendirikan Republik Jerman Barat.

Khithah politik AS itu kemudian berubah, yaitu melemahkan Jerman Barat dan membentuk persatuan Jerman Barat dan Jerman Timur dan membatasi persenjataan Jerman. Kemudian AS melihat pula bahwa penyatuan Jerman Barat dan Timur, tahun 1990, akan dapat mewujudkan sebuah negara Eropa yang kuat yang akan bersaing dengan Perancis dan Inggris dan berlomba dengan keduanya untuk mempimpin Uni Eropa. Dengan demikian, AS telah melemahkan peluang penyatuan Eropa menjadi satu kekuatan yang solid.

Demikian pula khithah politik yang dibuat AS untuk Cina. Sebelumnya AS melihat bahwa AS harus mendukung Cina dan menjadikannya satu kutub internasional, memperbaiki hubungannya dengan Cina, dan memperbaiki hubungan Cina dengan Jepang untuk dijadikan salah satu basis tata dunia (world order). Ini dilakukan untuk melemahkan posisi internasional Uni Soviet pada saat itu, dan untuk meningkatkan keretakan di antara dua sekutu komunis (Uni Soviet dan Cina) yang menjadi musuh bebuyutan AS. Tapi, setelah berakhirnya masa Perang Dingin, AS mengubah khithah politiknya dan melihat bahwa kondisi sekarang menuntut pembuatan khithah politik untuk membelenggu Cina dan mengembalikannya di belakang Tembok Besar Cina. AS lalu membuat suatu khithah politik agar Cina tidak menjadi bahaya bagi kepentingan-kepentingan AS di Asia Timur, terutama karena Cina memiliki faktor-faktor yang memungkinkannya untuk itu.

Contoh perubahan uslub politik, adalah apa yang telah dilakukan AS di negeri-negeri Dunia Islam. Sebelumnya AS bertumpu pada revolusi-revolusi militer untuk mengantar agenagennya ke tampuk kekuasaan, juga bantuan-bantuan ekonomi, seperti utang luar negeri dan apa yang dinamakan “rencana pembangunan”, para ahli, dan sebagainya, juga apa yang dinamakan politik stick and carrot. Sekarang, AS bersandar pada solusi-solusi militer dan intimidasi, dan kembali bersandar pada berbagai pakta dan pangkalan militer, setelah sebelumnya tidak menggunakan cara-cara tersebut. Hal ini mengembalikan ingatan kita pada era penjajahan militer dan imperium Barat.

Dulu Inggris telah mengubah uslub politiknya sehingga Inggris meninggalkan pakta dan pangkalan militer, lalu bertumpu pada agen-agennya dari kalangan penguasa serta kesepakatankesepakatan ekonomi dan persenjataan. Sekarang, Inggris terlihat berjalan bersama rombongan AS dan kembali pada cara pembangunan pangkalan militer sebagai cara baru yang sebenarnya lama.

Inilah penjelasan tentang khithah dan uslub politik. Atas dasar itu, kaum Muslim wajib mengetahui dengan penuh keyakinan, bahwa Barat tidak akan mengubah fikrah dan thariqah politiknya, tapi akan mengubah khithah dan uslub politiknya untuk merancang khithah politik lain atau uslub politik baru, agar Barat dapat menyebarkan ideologinya. Jika uslub politiknya dapat dihancurkan, akan hancur khithah politiknya dan akan gagal pula rencana-rencana Barat yang telah disusun atas dasar khithah dan uslub politiknya itu.

Maka dari itu, perjuangan politik (al-kifah al-siyasi) diarahkan untuk khithah dan uslub politik (dengan membongkar dan melawannya), dan pada saat yang sama diarahkan untuk memerangi fikrah dan thariqah politiknya. Atas dasar itu, sudah menjadi kepastian bagi kaum Muslim untuk mengetahui khithah politik yang telah dirancang bagi politik tiap negara dan mengkaji uslub- uslub politiknya dengan seksama.

lebih lanjut tentang ini silahkan klik disini

April 15th, 2009 at 9:45 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

setelah genjot sepeda sekian kali gentotan akhirnya sampai juga di kosan. huufft lumayan capek juga…

sepanjang jalan itu, ku kayuh sepeda dengan kecepatan maksimal, ternyata aku masih kalah dengan waktu. benar juga jika dikatakan waktu itu ibarat pedang, jika tak pandai menyiasati bisa2 ia akan menyanyat diri kita sendiri. betul ga pren?

lalu.. ketika jari2 yg kecentilan ini mulai gatel pingin nulis… eh, malah terkaca2 mata ini. aku masih mengingat dia, sobat.. betul, aku sangat mencintainya, sampai sekarang… hilangnya kini ibarat hilangnya telaga ilmu… sementara ketika dia ada, telaga itu tak ku rengguk dengan jiwa yg utuh.

belum sempat aku ucapkan terima ksih kepadanya atas pondasi kepercayaan yg dibangunnya untukku, atas seluruh kebaikan di awal benih itu tumbuh, bahkan jauh sebelum itu, atas kasihnya yg tak bertepi meski cukup sulit ku mengerti. atas pengertiannya ketika gelegar marahku meledak, dan yg begitu sempurna berdiam di atas dera benci yg menjalari diriku kepadanya.

Juga belum sempat permohonan maaf ini terulur, atas kesengajaan yg menyayat nuraninya, atas pembangkangan pd keputusannya, atas segala ulah nakalku yg mamerihkan matanya..

Dia pergi… sempurna tanpa pamit. Lengkap telah memperangkap aku dalm kubangan tesis dan antitesis ini. tidak ada yg bisa ku turutkan, kecuali secuil doa, entah… aku tak pernah tau seberapa manjur do’aku. Yg pasti aku berharap doaku untuknya abadi, sepanjang jiwa ini berjalan menelusuri liku di sisa usia diri…

Amin… Allahumma Amin..

March 26th, 2009 at 2:52 am | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

namanya mini ya pasti imutlah, bukan cute tp IreNG MutlaK p:
haha.. software ini memang pas banget bwt temen yg nomaden,
kutu loncat, de el el, pokonya yg ga punya tempat tinggal
tetap,emang GePeng apa (Gelandangan & Pengemis :ko: )

mang software apaan hayo?! maksud sy ni sopwer udah imut
ga pake nginstal lagi.. portable bro!

yg maw dunlud, nyundul, sedot.. boleh, monggo.. moga bermanfaat

opera portable

yahoo messenger portable

IDM portable

mozila firefox portable

ada lagi sih yang udah jd koleksi ni, potosop CS, firefox, pagemaker,
de el el.cuman lupa linknya, coba minta bantuan mbah google aja

March 18th, 2009 at 9:19 pm and tagged ,  | Comments & Trackbacks (2) | Permalink

kok????

pagi itu ada agenda majlis taklim ibu2. biasanya memang bertempat di masjid, cuman pas hari itu kami terpaksa ngemper (bahasa indonesianya apa ya?) karena dengan bhasa yang paling halus takmir masjid tidak mengizinkan forum itu bertempat di dalam masjid. ya akhirnya acara tetep berjalan, meski di emperan masjid. melas banged qt!

awalnya saya ga taw coz datang paling telat sendiri, hehe.. tiba2 dari kejauhan temen2 pd ngumpul, mengelilingi seorang bapak2. ada apa y? pikir saya. oh ternyata tu bapak takmir masjid, kirain sapa! tapi tetep aja saya bertanya2 ada apa gerangan. setelah mendekati salah satu dari mereka, saya bertanya sambil berbisik.

“ada apa sih?!”

“qt ga boleh minjem masjid” jawabnya, saya sempet syok saat itu (lebay!).

kok bisa? padahal kan kami udah minjem beberapa hari yang lalu. saya pikir akan ada agenda dari desa setempat, tapi ternyata tidak kawan2. ni bapak kenapa sih semena2 begini!!

pas kami kasi taw kalo udah dapat izin dari pak mahfud takmir masjid yang laen (kan g boleh nyebutin nama, tpi udah keceplosan), bapaknya mencak2:

“itukan dari beliau tapi bagaimana dengan takmir yang lain?” begitu katanya!

wihh, nih bapak jabatannya apasih? baru nongol juga udah… cos selama ini qt memang ga pernah ktm ma ni bapak.. sumpah! temen2 yg laen juga gitu!

katanya, ini masjid nggak boleh dipake buat kegiatan2, apapun itu. katanya (masih katanya bapak), takut najis, secara masjid kan tempat buat sholat, githu!

pokoknya masjid cuman buat sholat. titik! masjid tu untuk ibadah, ga boleh bwt yg laen. (kena virus sekulerisme… menyempitkan arti ibadah)

la emang majlis taklim tu obak sodor apa?!

disaat qt pengen ngramein mesjid dengan agenda2 kayak gini… eh malah situnya ga dukung. ini nih fakta riel kiamat udah dekat. hehe.. kan ada tuh tandanya, klo banyak masjid dibangun megah tpi isinya melompong!! sepi kayak kuburan cina

lalu kami masih bersikukuh untuk mempertahankannya dengan membangun kepercayaan bahwa kami selalu bersih dan kinclong (ini maksudnyah apa yah?!). masih juga ga dibolehin.

tapi qt ditawari untuk memakai gedung madrasah, yang letaknya sebelah masjid. wihh, malah asik dunk! namun tidak seindah itu sodara2. kenapa begitu? ini sebenarnya ada kisah laen yg kalo saya mengingadnya malah bikin muntab tak berujung. kenapa qt (ibu2) ga maw bertempat dgedung tsb? tidak lain dan tidak bukan karena ulah ikhwan yang ga bertanggung jawab, sehingga  pada akhirnya qt ga dikasi kepercayaan lagi dari pak mahfud takmir masjid bwt mminjam gedung untuk agenda2 laen. trima kasih bro! kau hancurkan impian kami!  saya berjanji kapan2 maw posting kalo marahnya udah reda… hehe..

kembali lagi, sebenarnya apa emang masjid itu fungsinya cuman buat sholat ajah? wah kayaknya ga lah, bahkan dulu dai zaman Rasulullah SAW masjid itu jd pusat penggemblengan kader2 pejuang islam loh. yang jelas bukan hanya untuk sholat duank!

ketika kami menyampaikan ini bapaknya kembali berdalih..

“itu kan dulu, sewaktu belum ada bangunan laen!!”

waduh, saya ga tau lagi hrs gmn ngomongnya. saya cuman bs bilang ke temen saya,sewaktu ang bapak udah pergi

“tapi memang ada loh orang dg tipikal seperti itu, kehati2an yg terlalu (takut najis lah, apalah!), bahkan bisa bikin dia selalu ragu2 (senak-senik) antara najis dan tidak…”

“padahal ragu2 itu dari syetan!”, timpal temen saya gemas.

“eh, masjidnya Rasullullah dulu pernah loh dkencingi orang badui…”, seloroh saya.

-tamat-

March 15th, 2009 at 1:39 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
gratis… hemmm, rasanya tidak ada manusia yang lebih beruntung
selain orang yang dapet gratisan. p:

dibilang berlebihan sih enggak ya, apalagi jaman sekarang.
udah apa2 mahal, yah meski SBY udah bermanufer menurunkan
harga BBM tetep ajah tarip angkot ga maw turun juga! misalnya…

nah, nyambung ma gratisan nih. saat2 yg sulit kayak gini, kalo da
orang yang nawarin gratisan, wuih bakal laris bgt tuh orng
(dikejar2 maksudnya! P: ). sapa sih yg ga maw
gratisan, ya ga? meski gratisannya cuman se imut duank,

idih kebanyakan basa-basi nih! buruan dong, critain gratisannya

oke, ada berbagai cara sebenarnya, tp rata2 pd boong! dikadalin.. untung masih ada yg bisa grets beneran. ni yg udaah pernah dicoba, dan ternyata berhasil sudara2 :yes:

1. ni cukup mudah menggunakannya n ga perlu daftar KLIK INI
kalo ga bisa ya KLIK INI

2. bs jg gratisan via friendster atw facebook , KLIK INI, trus ikuti petunjuk selanjutnya… ga susah kok

met mencoba. paling enak bwt neror tmn :p

March 13th, 2009 at 4:48 am and tagged  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink